Mengenal Batik Khas Yogyakarta dan Tegal

Mengenal Batik Khas Yogyakarta dan Tegal

A. Ciri Khas Batik Yogyakarta. Perlu sekiranya kita ketahu bersama bahwa seni membatik tradisional mulai dikenal sejak beberapa abad yang lalu di pulau Jawa yang memiliki sejarah perkembangan pembatikan yang tak akan lepas dari perkembangan seni batik di Jawa Tengah. Ciri khas batik yogyakarta yaitu memiliki dua macam latar atau warna dasar kain, yakni putih dan hitam. Sementara, warna batik bisa putih (warna kain mori), biru tua kehitaman, dan juga coklat soga. Sered atau pinggiran dari kain, putih, diusahakan agar tidak sampai pecah sehingga dapat kemasukan soga, baik kain berlatarkan hitam atau pula putih. Terdapat pula ragam hias yang terdiri dari beberapa jenis, yaitu ragam hias Geometris dan ragam hias Nongeometris. a. Ragam hias Geometris terdiri dari : - Garis miring lerek atau lerang, - Garis silang atau ceplok, - Kawung, - Garis anyaman, dan - Garis limaran. b. Ragam hias Nongeomerris terdiri dari : - Semen, - Lung-lungan, dan - Boketan. Menurut Ny. Nian S Jumena, Ragam hias yang memiliki sifat simbolis sangat erat hubungannya dengan falsafah Hindu yang diantaranya adalah sebagai berikut : - Motif Sawat, Identik atau melambangkan mahkota atau penguasa tinggi, - Motif Meru, Melambangkan gunung atau tanah (bumi), - Motif Naga, Melambangkan air, - Motif Burung, Melambangkan angin atau dunia atas, dan - Motif Lidah Api, melambangkan nyala atau geni. - Semua jenis ragam hias atau motif tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing yang tentu menjadi daya tarik sendiri. Tidak sebatas gambar saja melainkan setiap ragam hias atau motifnya memiliki makna didalamnya yang menjadi keunikan dari batik Yogyakarta tersebut. B. Ciri khas Batik Kota Tegal. Pembatikan di Tegal mulai dikenal sejak akhir abad ke-19. Salah satu ciri khas batik Tegal yaitu pewarnaannya yang menggunakan warna buatan sendiri yang bersumber dari bahan tumbuhan, seperti tanaman atau tumbuhan mengkudu/pace, nila, soga dan juga kayu, sedangkan kain yang digunakan yaitu kain yang berasal dari hasil tenunan sendiri. Warna batik Tegal yang pertama kali muncul yaitu warna Sogan dan juga warna babaran abu-abu, namun setelah mulai dikenalnya nila pabrik, mulailah pewarnaan pada batik tegal meningkat menjadi warna merah biru. Dimasa itu, pasaran batik Tegal sudah mulai keluar dari wilayah Tegal itu sendiri. Menurut Sejarahnya, pada waktu itu, batik Tegal mulai dipasarkan ke daerah Jawa Barat dengan modal berjalan kaki. Para pedagang dan pembuat batik Tegal mulai mengembangkan batiknya di daerah Tasik dan Ciamis, disamping dari pendatang pendatang lainnya yang berasal dari kota - kota batik di Jawa Tengah. Pengusaha batik Tegal mayoritas masih lemah dari sisi permodalan usahanya. Bahan baku batik yang digunakan biasanya batak didapatkan dari kota Pekalongan dengan aturan batiknya harus dijual kepada warga atau orang-orang Cina yang memberikan kredit bahan baku kepada mereka tersebut. Sewaktu terjadi krisis ekonomi semasa penjajahan Belanda, para pembatik Tegal mulai jarang memproduksi batik lagi dan kembali lagi giat dalam membatik sekitar tahun 1934. Hingga pada meletusnya perang dunia ke II serta dimasa penjajahan Jepang kembali terjadi, Kegiatan membatik para pembatik Tegal lagi-lagi menjadi Terhambat.
Sumber : Mengenal dan membuat batik_2013  Penulis : Abdul Aziz Sa'du.  Penerbit : Pustaka Santri-Jogjakarta.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact here.

0 Response to "Mengenal Batik Khas Yogyakarta dan Tegal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel